Inilah Daftar Perusahaan Startup Unicorn di Indonesia 2020

Seringkah Anda mendengar kata startup atau unicorn dalam suatu perusahaan? Ya Perusahaan Startup adalah perusahaan yang belum lama berdiri dan masih dalam fase pengembangan. Saat ini Perusahaan startup biasanya mengacu pada layanan dan produknya yang berbasiskan teknologi digital. Biasanya perusahaan startup membutuhkan investor untuk pengembangannya.

Sedangkan unicorn adalah perusahaan startup yang nilai korporasinya sudah mencapai lebih dari 1 Milyar dollar AS atau setara dengan 14 Triliun rupiah. Jadi tidak semua perusahaan startup bisa menjadi unicorn. Perusahaan yang tidak menjadi unicorn berarti perusahaan tersebut tidak berkembang, yang mana nilai dana yang telah investor gelontorkan lenyap begitu saja.

Di Indonesia sendiri banyak perusahaan startup yang telah berdiri yang mana beberapa diantaranya telah berkembang menjadi perusahaan unicorn, berikut daftarnya

Perusahaan Startup Unicorn di Indonesia 2020

1. GoJek

Didirikan oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran pada Oktober 2010. Mempunyai prinsip menyelesaikan tantangan sehari-hari dengan teknologi, aplikasi Gojek merupakan startup pertama yang berasal dari Indonesia dengan gelar unicorn. Sejak pertama kali rilis, aplikasi ini dengan cepat meraih jumlah pengguna yang fantastis. Selain menyediakan transportasi yang murah dan cepat, aplikasi Gojek telah berevolusi dari hanya menawarkan tumpangan menjadi rangkaian lebih dari 20 layanan saat ini.

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa Gojek memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia dengan kontribusi sekitar Rp 44,2 triliun (US$ 3 miliar) bagi perekonomian Indonesia pada akhir 2018. Selain itu, ekosistem Gojek mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Tercatat 93% mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi dan 55% mitra mengalami peningkatan pendapatan.

2. Tokopedia

Tokopedia pertama kali didirikan oleh dua sekawan, William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tahun 2009. Startup bidang e-commerce ini mendapat status unicorn Indonesia pada tahun 2017 dan pada tahun yang sama juga mengumumkan perolehan pendanaan senilai total 1,1 miliar dollar (atau lebih dari 14 triliun Rupiah) yang dipimpin Alibaba. Masuknya Alibaba ke Tokopedia menegaskan cengkeraman raksasa teknologi Tiongkok ini di Asia Tenggara.

Akhir tahun 2019 Tokopedia tengah mengumpulkan pendanaan putaran baru (fundraising), nilai yang mereka targetkan mencapai $1,5 miliar atau setara 21,1 triliun Rupiah. Besar kemungkinan dana tambahan yang tengah mereka kumpulkan akan mereka fokuskan untuk meningkatkan traksi perusahaan, sebelum akhirnya memiliki keuangan yang “hijau” dan IPO. Terakhir Tokopedia mengumumkan bahwa GMV mereka telah tembus di angka 222 triliun Rupiah sepanjang tahun 2019.

3. Traveloka

Selanjutnya ada Traveloka yang didirikan oleh Ferry Unardi, Albert Zhang, dan Derianto Kusuma pada tahun 2012. Berpusat pada bidang pemesanan hotel dan travel, perusahaan ini merupakan startup travel wilayah Asia Tenggara yang menyandang status Unicorn.

Baca juga : Layanan Hosting Terbaik Indonesia Untuk Pilihan Website Anda

Gelar unicorn sudah mereka raih sejak Juli 2017 setelah pendanaan yang mereka dapat dari Expedia memperkuat posisi Traveloka sebagai pemimpin pasar industri travel Indonesia ketika memperoleh investasi dari Expedia sebesar 350 juta dolar AS. Setahun terakhir sebelumnya Traveloka secara total sudah mendapatkan dana $500 juta (lebih dari 6,6 triliun Rupiah) dari East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, and Sequoia Capital.

Kini, Traveloka tidak hanya kita kenal sebagai unicorn vertikal online travel, Traveloka saat ini sudah melalang buana di tujuh negara. Fokus layanannya tidak hanya akomodasi dan transportasi. Bisnis perusahaan kini sudah merambah ke gaya hidup dan finansial.

4. Bukalapak

Perusahaan Startup Unicorn Indonesia

Bukalapak merupakan salah satu startup e-commerce yang mendapatkan gelar unicorn selanjutnya. Startup ini didirikan oleh Achmad Zaky bersama dua orang temannya, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid, pada tahun 2010.

Kala itu, mereka membaca peluang yang berpotensi untuk mengembangkan situs web toko online yang kini kita kenal dengan e-commerce. Kejeliannya itu akhirnya membuahkan hasil dengan Bukalapak menjelma menjadi salah satu startup dengan gelar unicorn pada tahun 2018.

Hingga usianya yang ke-10 tahun ini, jumlah pengguna aktifnya sudah mencapai lebih dari 70 juta dan kunjungan aplikasi Bukalapak mencapai 42 juta kali per bulan. Nilai valuasi Bukalapak diduga sudah mencapai 2,5 miliar dolar AS atau Rp 34 triliun.

5. Ovo

Perusahaan startup bidang e-wallet ini resmi menyandang status unicorn pada tahun 2019 lalu. OVO sendiri adalah aplikasi pembayaran seluler yang dibuat oleh LippoX pada 2017.

Kabar status unicorn OVO pertama kali muncul dari data perusahaan penyedia platform analisis dan machine intelligence, CB Insights, yang mempunyai daftar kumpulan startup yang sudah meraih gelar unicorn.

Dalam daftar tersebut, ada nama startup OVO. Ada tiga investor yang telah bergabung dengan OVO, yakni Grab, Tokopedia, dan Tokyo Century Corporation. Valuasi OVO diduga telah mencapai 2,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 40 triliun per Oktober 2019.

6. JD.id

Awal tahun ini, platform e-commerce JD.id mengonfirmasi kepada DailySocial bahwa valuasi perusahaan sudah melebihi US$1 miliar. Dengan demikian JD.id menambah jajaran daftar startup Unicorn Indonesia 2020 menjadi 6 perusahaan setelah pada tahun sebelumnya ada Ovo yang juga bergabung dalam jajaran Unicorn Indonesia. Ada tiga startup di jajaran ini beroperasi pada vertikal e-commerce.

JD.id pertama kali mulai beroperasi pada November 2015. Situs e-commerce yang miliki jargon “menjual barang dengan jaminan asli” tersebut hadir ke Indonesia sebagai hasil kerja sama strategis antara raksasa e-commerce Tiongkok JD.com dan private equity Provident Capital.

Saat ini, berarti ada 3 pemain e-commerce yang bersiap untuk memenangkan pasar. Jika platform seperti Bukalapak dan Tokopedia gencarkan program kemitraan, JD.id dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan fokusnya untuk memperkuat logistik.

Nah itulah daftar perusahaan startup Indonesia yang sudah berevolusi menjadi Unicorn. Sebagai orang Indonesia alangkah baiknya kita memakai layanan dan produk dalam negeri untuk memperkuat ekonomi dalam negeri tentunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *